PROSES FOTOSINTESIS

Posted: Januari 13, 2012 in Uncategorized

Laporan Praktikum konsep dasar IPA II

“Proses Fotosintesis”

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 5

 MALINDA LILLA K       (A1G010049)

MEKSI RITASTY           (A1G010059)

   TRI WAHYUNINGSIH  (A1G010069)

NIDA HERMINA          (A1G010080)

YUDHI IRWANSYAH        

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Hj. Endang Widi W, M. Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2011

KEGIATAN 4 DAN 5

PROSES FOTOSINTESIS PADA TUMBUHAN HIJAU

KEGIATAN 4

BENARKAH TUMBUHAN MENGHASILKAN ZAT TEPUNG ?

KELAS 5, Semester 1

Kompetensi Dasar

2.1 Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan

Indikator

Siswa dapat menunjukkan bahwa zat tepung akan terbentuk di daun yang berwarna hijau dengan bantuan sinar matahari.

Saran Penerapan dalam Pembelajaran

Percobaan ini dilakukan sebagai kegiataan inti pada pembelajaran siswa tentang ”Tumbuhan Hijau Memerlukan Bantuan Cahaya”.

ALAT DAN BAHAN

  • Daun bayam
  • Kertas karbon atau kertas aluminium foil
  • Alkohol 40%
  • Larutan iodium atau lugol
  • Spiritus(putih)
  • Lampu spiritus/benzene
  • Cawan petri
  • Pinset
  • Air
  • Korek api
  • Tungku lampu
  • Tabung elmeyer
  • Tabung reaksi
  • Penjepit tabung reaksi

CProsedur/Langkah Kerja

 Pembuktian ada tidaknya zat tepung dalam jaringan daun bewarna hijau

  • Pada hari pertama sebelum 1 hari praktek pilihlah daun yang terkena cahaya matahari.
  • Tutup secara melingkar sebagian permukaan daun pada sore hari dengan kertas karbon. Biarkan daun tersebut melakukan fotosintesis selama dua hari.
  • Petiklah daun tersebut pada siang hari dihari ketiga menjelang digunakan untuk praktik.
  • Nyalakan lampu spiritus, letakkan tabung elmeyer diatas tungku, kemudian masak air hingga mendidih.
  • Rebuslah daun tersebut dengan air sampai layu yang menandakan sel-sel sudah mati dan tidak berfungsi lagi. Isilah gelas dengan alkohol.
  • Masukkan daun yang telah direbus kedalam gelas tersebut.
  • Masukan gelas kimia berisi alkohol dan daun rebusan tersebut kedalam gelas ukur.
  • Setelah daun berwarna pucat ambilah daun tersebut .
  • Letakkan daun didalam piring kemudian tetesi dengan iodium secara merata.

Tujuannya adalah untuk menguji apakah di dalam daun tersebut terdapat zat tepung atau tidak. Zat tepung bila diberialkohol akan terbentuk iodamilum yang bewarna biru sampai hitam..

Landasan Teori

Fotosintesis terjadi pada bagian tumbuhan yang berklorofil (paling banyak terdapat pada daun). Dengan bantuan cahaya matahari sebagai sumber energi, karbondioksida dari udara yang ditangkap oleh klorofil, dan air dari tanah, akan membentuk gula yang disalurkan ke bagian tubuh untuk digunakan atau disimpan, misalnya dalam bentuk zat tepung. Pada daun yang ditutup, tidak terdapat sinar, tidak terjadi proses fotosintesis, kerena itu tidak  terdapat zat tepung. Hal ini dibuktikan dengan dun yang tidak berwarna hitam/biru.

Jika ketika daun diberi iodium terjadi perubahan warna. Daun yang terkena cahaya matahari dan ditetesi iodium, akan berwarna biru kehitaman. Bagian daun yang tertutup ( tidak terkena cahaya) akan berwarna coklat( seperti warna iodium).

Iodium merupakan indikator untuk menentukan adanya kandungan zat tepung didalam daun. Jika iodium bereaksi dengan zat tepung (amilum), akan membentuk iodamilum yang berwarna biru kehitaman,

Daun buogenville, daun singkong, dan daun belimbing merepakan daun yang tipis, dan lapisan lilinnya pun tipis sehingga perubahannya cepat terlihat.

Jika menggunakan tabung reaksi untuk merebus daun dengan alkohol, tabung reaksi jangan menghadap ke arah siswa kerana larutan alkohol dapat menghasilkan letupan.

Persamaan reaksi kimia fotosintesis adalah sebagai berikut :
H2O (air) + CO(karbondioksida) + cahaya → CH2O (glukosa) + O2 (oksigen)
Lambat cepatnya proses fotosintesis ditentukan oleh :
1. Intensitas cahaya, laju fotosintesis maksimal jika banyak cahaya.
2. Suhu, enzim yang bekerja pada proses ini maksimal pada suhu yang diinginkannya.
3. Banyaknya karbondioksida, semakin banyak semakin maksimal proses fotosintesis.
4. Banyaknya air, semakin maksimal jika jumlah air banyak.
5. Tahapan pertumbuhan, tumbuhan yang masih berkecambah menunjukan laju fotosintesis yang maksimal dari pada tumbuhan yang dewasa.

 

Kesimpulan

Selain itu dapat disimpulkan bahwa :

  1. Fotosintesis adalah suatu proses metabolisme dalam tanaman untuk membentuk karbohidrat dengan memakai karbondioksida (CO2) dari udara dan air (H2O) dari dalam tanah dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil.

    2. Gelembung-gelembung yang timbul dari percobaan menunjukkan dalam fotosintesis dihasilkan oksigen.

    3. Intensitas cahaya matahari dan karbondioksida ikut mempengaruhi pembentukan oksigen pada proses ini.

    4. Fotosintesis adalah suatu proses biologi yang kompleks dengan menggunakan energi matahari, CO2 dan H2O yang menghasilkan karbohidrat dan oksigen.

5. Bagian daun yang tidak tertutup kertas karbon menghasilkan warna ungu kehitam-hitaman yang menandakan terbentuknya amilum yang berarti menunjukkan terjadinya fotosintesis
6. Bagian daun yang ditutupi kertas karbon tidak mengalami perubahan warna dan ini berarti tidak terjadinya fotosintesis dan tidak terdapat amilum.

Kegiatan 5

BENARKAH FOTOSINTESIS MENGHASILKAN GAS ?

Kompetensi Dasar

2.1. Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan

 1.    Indikator

Siswa dapat:

  • Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan gas
  • Mangamati bahwa cahaya langsung mempengaruhi jumlah gas yang dihasilkan

2.    Saran Penerapan dalam Pembelajaran

Percobaan ini dilakukan sebagai kegiatan inti atau kegiatan pemantapan pada pembelajaran siswa tentang “Fotosintesis”.

3.    Alat dan Bahan

  • Pipa / selang bening
  • Tumbuhan air seperti hydrilla
  • Plastisin
  • Stopwacth

 

4. Prosedur/ langkah kerja

  • Masukkan air pada botol yang telah disediakan. Air yang dimasukkan jangan terlalu penuh karena kalau penuh fotosintesis tidak akan berhasil.
  • Kemudian ambil tumbuhan hidryla lalu masukkan ke botol yang telah tersedia . Masukkan tumbuhan tersebut hingga kedalam pipet.
  • Setelah itu, tutup botol yang telah dimasukkan tumbuhan hidryla, sebelumnya tutup botol tersebut dibuat lubang sehingga pipet bisa dimasukkan ditengah tutup botol tersebut.
  • Setelah itu, sedot sedikit air dari pipet yang berisi air . tetapi jangan disedot  sampai penuh melainkan setengahnya saja. Usahakan jangan ada rongga dari pipet tersebut.
  1. 1.      Tabel pengamatan

Hari/

Tanggal

Waktu

Jam

Lamanya pengamatan

Banyaknya Gelembung

Senin/

19-12-2011

Pagi

08.15 – 08.16

wib

1 menit

28 gelembung

Senin/

19-12-2011

Siang

11.10

 12.10

wib

1 menit

100 gelembung

Senin/

19-12-2011

Siang

13.00 – 13.01

wib

1 menit

104 gelembung

Senin/

19-12-2011

Sore

15.45 – 16.45

wib

1 menit

65 gelembung

Senin/

19-12-2011

Malam

20.00-20.01

1 menit

Tidak ada gelembung

6.    Pertanyaan

  • Manakah yang lebih banyak menghasilkan gelembung gas, rangkaian yang terkena cahaya matahari langsung dan rangkaian yang terletak di dalam kelas?
  • Apakah Hydrilla masih menghasilkan gas jika cahaya matahari diganti dengan cahaya lampu?
  • Menurut pikiranmu, gas apakah yang dihasilkan pada proses tersebut?
  • Apa yang dapat dilakukan untuk mengukur volume gas yang dihasilkan tumbuhan per menit?

Jawaban :

  • Gelembung gas akan lebih banyak dihasilkan jika rangkaian terkena cahya mtahari langsung
  • masih, tapi intensitas gelembung yang dihasilkan akan lebih sedikit.
  • menurut kelompok kami, gas tersebut adalah oksigen (O2) sebagai hasil fotosintesis yang dilakukan hydrilla.
  • menyiapkan penghitung waktu (jam, stopwatch), kemudian hitung gelembung yang muncul per satuan menit

7.Pembahasan

  • Landasan Teori

Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun. Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury, 1995).

Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim-enzim tang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya.

Cara tumbuhan membuat makanannya sendiri disebut fotosintesis. Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun. Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury, 1995).

Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz. Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting bagi organisme di bumi, dengan fotosintesis ini tumbuhan menyediakan bagi organisme lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Jan Ingenhosz melakukan percobaan dengan memasukkan tumbuhan Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang berisi air. Bejana gelas itu ditutup dengan corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air hingga penuh, kemudian bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air itu yang menandakan adanya oksigen (Kimball, 1993).

Pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut  ia mengguanakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alkoholdan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).

Jadi, pada keseluruhan reaksi fotosintesis CO2 + H2O -> karbohidrat ( C6H12O6 ) + O2. H2O diperlukan pada fotosintesis terang sebagai donor elektron yang akan menghasilkan O2, dan CO2 digunakan dalam reaksi gelap membentuk karbohidrat ( C6H12O6 ).

  1. KESIMPULAN

Berdasarkan pengamatan dapat disimpulkan bahwa fotosintesis membutuhkan cahaya yang cukup, dan laju fotoosintesis dapat dipengaruhi oleh banyaknya karbon dioksida, serta membutuhkan suhu yang optimum, karena enzim- enzim yang membantu proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu tertentu antara 300-400c. Gelembung udara yang dihasilkan menandakan bahwa proses fotosintesis pada Hydrilla verticilatamenghasilkan oksigen. Berdasarkan hasil pengamatan jumlah gelembung udara yang dihasilkan pada ruangan yang gelap lebih sedikit dibandingkan dengan perlakuan yang ditempatkan diluar ruangan ditempat terbuka dengan intensitas cahaya II walaupun waktu yang digunakan sama. Hal ini membuktikan bahwa intensitas cahaya sangat mempengaruhi proses fotosintesis. Intensitas cahaya yang optimum sangat baik untuk proses fotosintesis, sebaliknya dengan intensitas cahaya yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat berlangsungnya proses fotosintesis.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s